Indonesia menganugerahi dunia keberagaman seni pertunjukan dan alat musik tradisional yang tak tandingannya. Salah satu warisan budaya paling memesona dan mendunia dari wilayah Indonesia timur adalah Sasando (atau disebut Sasandu dalam bahasa lokal), alat musik petik otentik yang berasal dari masyarakat Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Suara dentingan Sasando yang merdu dan khas tak hanya memanjakan telinga, melainkan juga menyimpan keterikatan sejarah, spiritual, dan filosofi hidup yang amat mendalam antara masyarakat Suku Rote dengan alam tempat tinggal mereka.
Mari mengenal lebih dekat sejarah, bahan pembuatan, serta makna mendalam alat musik Sasando pilihan Geolocana.com berikut ini!
1. Sasando: Mahakarya Seni yang Lahir dari Daun Lontar
Kesenian suatu daerah umumnya tumbuh dan menyesuaikan dengan ekosistem alam tempat budaya tersebut berkembang. Hal inilah yang tecermin secara sempurna pada instrumen Sasando.
Seluruh bagian utama wadah resonansi Sasando tradisional dibuat menggunakan susunan daun lontar (Borassus flabellifer) yang dikeringkan dan dirangkai secara teliti menyerupai bentuk mangkuk atau kipas setengah lingkaran. Di bagian tengahnya terdapat tabung bambu yang dipasangi dawai-dawai atau senar petik.
Bentuknya yang sangat unik dan elegan membuktikan betapa tingginya kreativitas serta kearifan lokal nenek moyang masyarakat Pulau Rote dalam memanfaatkan potensi alam sekitar menjadi mahakarya seni bernilai tinggi.
Asal Daerah: Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bahan Utama: Daun lontar, bambu, dan kawat dawai petik.
Karakter Suara: Berdenting jernih, lembut, dan memiliki warna suara (timbre) khas yang unik.
2. Pohon Lontar sebagai Pohon Kehidupan Suku Rote
Bagi masyarakat Pulau Rote, pohon lontar bukan sekadar tanaman liar biasa, melainkan dianggap sebagai sumber kehidupan utama. Melimpahnya vegetasi pohon lontar di pesisir Nusa Tenggara Timur telah menyatu dalam setiap dimensi keseharian warga lokal.
Hampir seluruh bagian dari pohon lontar dimanfaatkan untuk menopang kehidupan masyarakat:
Bahan Pangan & Minuman: Pohon lontar disadap untuk diambil cairan niranya yang kemudian diolah menjadi gula air, gula lempeng, hingga minuman tradisional tuak. Sebelum memanen nira, masyarakat Rote bahkan terlebih dahulu menggelar ritual doa khusus sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta.
Peralatan Rumah Tangga: Daun lontar dianyam menjadi tikar, wadah penampung air (haik), hingga dimanfaatkan sebagai atap bangunan rumah tradisional.
Identitas Kebudayaan: Lembaran daun lontar dirangkai sedemikian rupa menjadi wadah pemantul suara (resonator) untuk melahirkan alat musik Sasando.
Keterikatan yang sangat kuat ini membuktikan bahwa Sasando bukan sekadar instrumen musik, melainkan representasi jiwa dan harmoni kehidupan masyarakat Rote bersama alam pertiwi.
3. Pentingnya Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dan Warisan Budaya
Keberadaan Sasando sebagai aset kebudayaan nasional sempat menjadi sorotan publik menyusul adanya isu klaim atau pengajuan pendaftaran instrumen bernuansa serupa di lembaga Kekayaan Intelektual Internasional (WIPO) oleh pihak luar negeri.
Kasus ini menjadi peringatan penting bagi seluruh elemen bangsa akan krusialnya pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta penetapan pengakuan internasional (seperti UNESCO) untuk setiap warisan budaya takbenda (Intangible Cultural Heritage) asli Nusantara.
Langkah proaktif dari pemerintah daerah maupun pusat dalam mendaftarkan dan meregistrasikan paten kebudayaan sangat mendesak dilakukan. Upaya penataan regulasi dan inventarisasi ini penting agar identitas kesenian Indonesia tetap terlindungi, sekaligus menjaga kelangsungan hidup para maestro serta seniman pembuat Sasando di Tanah Air.
Melestarikan Sasando untuk Masa Depan Kebudayaan Indonesia
Mengagumi keindahan bunyi Sasando adalah bentuk kebanggaan kita akan kekayaan Nusantara. Dengan terus mendukung apresiasi karya musik tradisional, memperluas edukasi kebudayaan pada generasi muda, serta mengawal perlindungan hukum warisan bangsa, kita turut memastikan bahwa dentingan manis Sasando khas Pulau Rote akan terus bergaung membanggakan Indonesia di mata dunia.
Pantau terus Geolocana.com untuk mendapatkan pembaruan rekomendasi wisata budaya, edukasi sejarah, serta ulasan kekayaan warisan Nusantara terlengkap!
