Bagi pencinta wisata sejarah dan arsitektur klasik, kawasan Pasar Ikan di Penjaringan, Jakarta Utara, menyimpan deretan bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu era kejayaan maritim Nusantara. Salah satu destinasi paling ikonik di kawasan ini adalah Museum Bahari.
Jauh sebelum difungsikan sebagai museum edukasi perkapalan, kompleks bangunan kokoh berarsitektur Eropa ini merupakan tembok pertahanan sekaligus gudang utama penyimpanan komoditas rempah-rempah bernilai tinggi milik kongsi dagang Belanda (VOC).
Penasaran dengan rekam jejak sejarah serta koleksi unik yang ada di dalamnya? Yuk, intip panduan napak tilas ke Museum Bahari Jakarta pilihan Geolocana.com berikut ini!
1. Rekam Jejak Gudang Rempah VOC hingga Pendudukan Jepang
Museum Bahari menempati bangunan Westzijdsche Pakhuizen (Gudang Barat) yang mulai dibangun secara bertahap oleh VOC sejak abad ke-17. Pemilihan lokasi di muara Ciliwung ini bukanlah tanpa alasan. Kawasan ini dinilai sangat strategis karena terlindung dari ombak besar, dekat dengan Pelabuhan Sunda Kelapa, serta terhubung langsung dengan daerah hinterland untuk memasok kebutuhan pemukiman warga Belanda kala itu.
Di tempat inilah bermacam-macam komoditas rempah mahal seperti pala, cengkeh, lada, dan kayu manis dari seluruh pelosok Nusantara disimpan sebelum diangkut kapal-kapal dagang menuju Eropa. Tak hanya di era kolonial Belanda, pada masa Perang Dunia II (1942–1945), bangunan ini sempat dialihfungsikan oleh tentara pendudukan Jepang sebagai gudang logistik dan penyimpanan barang militer.
Lokasi: Jl. Pasar Ikan No. 1, Penjaringan, Jakarta Utara.
Nilai Sejarah: Kompleks gudang rempah VOC abad ke-17 & gudang logistik tentara Jepang (1942–1945).
2. Menara Syahbandar: Menara Pengawas Perairan Sunda Kelapa
Tak jauh dari bangunan utama Museum Bahari, berdiri Menara Syahbandar (Uitkijk) yang dibangun sekitar tahun 1839. Pada masa kejayaannya, menara pengawas ini berfungsi sebagai pos pemantau lalu lintas kapal-kapal dagang yang keluar-masuk perairan Sunda Kelapa.
Kini, di dalam Menara Syahbandar pengunjung dapat melihat ruang pamer (display) yang menyajikan sejarah mercusuar, peralatan navigasi perkapalan tempo dulu, serta peta-peta jalur pelayaran kuno. Berdiri di sekitar menara ini akan membawamu membayangkan riuhnya aktivitas perdagangan maritim abad lampau.
Fungsi Utama: Pos pemantau kapal & pusat administrasi keluar-masuk pelabuhan era kolonial.
Koleksi Pameran: Diorama mercusuar, peta navigasi perairan, dan alat-alat maritim klasik.
3. Galangan VOC: Bengkel Perkapalan Kuno di Kawasan Sunda Kelapa
Eksplorasi sejarahmu di kawasan ini belum lengkap tanpa melihat Galangan VOC (VOC Scheepswerf). Lokasi galangan ini berada dalam satu kesatuan ekosistem pelabuhan bersejarah Sunda Kelapa bersama Museum Bahari dan Menara Syahbandar.
Pada zaman kolonial, Galangan VOC difungsikan sebagai bengkel utama tempat perbaikan, perawatan, serta pembuatan kapal-kapal kayu milik VOC yang rusak akibat melayari samudra luas. Keberadaan galangan ini mempertegas betapa terintegrasinya sistem perkapalan Belanda di muara Batavia pada masa itu.
Daya Tarik: Arsitektur bangunan galangan kuno yang otentik dan nilai sejarah perkapalan era Batavia.
4. Koleksi Unik dan Ikon Maritim di Museum Bahari
Memasuki area dalam museum, pengunjung akan disambut oleh deretan koleksi kebaharian Indonesia yang amat kaya. Beberapa ikon penting yang paling menyedot perhatian wisatawan di antaranya:
Lukisan Laksamana Malahayati: Potret keagungan pahlawan nasional perempuan asal Aceh yang memimpin armada laut perkasa.
Barang Peninggalan Kapal Pinisi Nusantara: Benda-benda bersejarah peninggalan pelayaran legendaris Kapal Pinisi Nusantara yang berhasil melintasi Samudra Pasifik dari Jakarta menuju Vancouver, Kanada, pada tahun 1986.
Perahu Tradisional Nusantara: Beragam jenis miniatur hingga perahu asli dari berbagai suku pesisir di Indonesia.
Siap Menyusuri Sejarah Maritim Indonesia?
Menjelajahi Museum Bahari, Menara Syahbandar, dan kawasan Sunda Kelapa tak hanya memberikan penyegaran dari hiruk-pikuk kota, melainkan juga menumbuhkan rasa bangga akan kekayaan sejarah maritim dan kejayaan rempah-rempah Nusantara di mata dunia.
Apakah kamu tertarik untuk menjadwalkan kunjungan akhir pekanmu ke Museum Bahari Jakarta? Jangan lupa bagikan artikel ini kepada kawan jalan-jalanmu dan pantau terus Geolocana.com untuk mendapatkan pembaruan rekomendasi wisata sejarah, edukasi budaya, serta panduan perjalanan terbaik di seluruh Indonesia!
