Reuters/Bloomberg/SMM | 06 Juli 2026
- Emas Capai Level Tertinggi Dua Pekan: Emas di pasar spot diperdagangkan di dekat level tertinggi dua pekan pada US$4.175,02 per ons pada hari Senin. Hal ini ditopang oleh laporan pekerjaan AS yang menunjukkan ekonomi hanya menyerap 57.000 lapangan kerja non-pertanian pada bulan Juni. Pada pukul 08:30 WIB, harga spot kembali menguat ke US$4.190,25 per troy ons.
- Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Mereda: Kelesuan di pasar tenaga kerja diperkirakan membuat Federal Reserve menahan diri dari pengetatan kebijakan moneter yang agresif. Peluang kenaikan suku bunga pada rapat 29 Juli turun menjadi 21,9%, sementara para pedagang melihat peluang sebesar 55% untuk kenaikan suku bunga di bulan September. Suku bunga yang lebih rendah menguntungkan emas karena merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil.
- Proyeksi Harga & Pasar Domestik: TD Securities memproyeksikan emas akan reli menuju US$4.280 per troy ons. Namun, JPMorgan memperkirakan kenaikan harga akan tertahan di US$4.300 per ons pada kuartal ketiga dan US$4.500 per ons pada kuartal keempat. Di Indonesia, harga emas Aneka Tambang (Antam) terpantau stagnan di posisi Rp2.670.000 per gram.
- Perak Ikut Menguat: Perak di pasar spot memperpanjang kenaikannya, naik 0,1% menjadi US$62,4773 per ons. Risiko geopolitik dan melemahnya dolar AS mendukung pantulan harga ini, meskipun tingginya imbal hasil obligasi membatasi ruang kenaikan. Di China, permintaan pasar spot untuk perak tetap lemah dengan harga Ag (T+D) SMM berada di level 15.220 yuan/kg.
