Impor Bijih Nikel RI dari Filipina Melonjak 116% hingga Mei

Bloomberg | 07 Juli 2026

  • Lonjakan Impor Masif: Indonesia mengimpor sekitar 6,02 juta ton bijih nikel dari Filipina sepanjang Januari hingga Mei 2026, mencatat lonjakan signifikan sebesar 116,8% secara tahunan (year-on-year) dari 2,78 juta ton. Weda, Maluku Utara, menjadi tujuan utama dengan menyerap 3,69 juta ton, disusul oleh Morowali, Kendari, dan Kolonodale.
  • Pemangkasan Kuota & Kebutuhan Domestik: Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) menyebut lonjakan ini dipicu oleh keputusan Kementerian ESDM yang memangkas kuota produksi bijih nikel domestik (RKAB) menjadi 260-270 juta ton pada tahun ini. Di sisi lain, kapasitas smelter dalam negeri diperkirakan membutuhkan sekitar 340-350 juta ton bijih nikel.
  • Proyeksi ke Depan: FINI memperkirakan total impor bijih nikel sepanjang 2026 akan mencapai 25 juta ton, naik dari 15,33 juta ton pada 2025. Proyeksi ini telah mempertimbangkan penurunan utilisasi di beberapa smelter serta keterbatasan kapasitas pasokan dari penambang Filipina. Selain itu, Ditjen Minerba ESDM juga menepis rumor mengenai rencana kenaikan kuota RKAB 2026 menjadi 360 juta ton.

Author: Mata Bumi

Leave a Comment