
Harga Batu Bara Tertekan Meski Dibanjiri Kabar Positif dari Geopolitik dan China
CNBC/EuroNews | 22 April 2026
- Koreksi Berbalik Arah: Setelah sempat ambruk, harga kontrak berjangka Batu Bara ICE Newcastle untuk April 2026 sedikit naik ke US$ 132,90 per ton, dan kontrak Mei 2026 menguat ke US$ 123,75 per ton pada perdagangan Selasa, 21 April. Setali tiga uang, kontrak Batu Bara ICE Rotterdam untuk April 2026 merangkak naik ke US$ 102,25 per ton dan Mei 2026 di US$101,50 per ton.
- EBT Gerus Permintaan: Laporan CREA menyoroti bahwa pembangkit listrik batu bara global stagnan pada bulan Maret, dan anjlok 3,5% di luar wilayah China. Pengiriman batu bara lintas laut turun 3% secara global ke level terendah sejak 2021, seiring lonjakan produksi energi surya (naik 14%) dan angin (naik 8%) yang mampu menahan dampak krisis di Selat Hormuz. Struktur biaya batu bara dinilai sudah tidak lagi kompetitif dibandingkan energi terbarukan.
- Megaproyek China: Memberikan sedikit sentimen positif bagi pasar, China menghidupkan kembali proyek konversi batu bara menjadi gas di Fuxin senilai US$ 3,7 miliar untuk mengatasi ancaman gangguan energi dari Teluk. Dengan 13 proyek serupa yang sedang disiapkan, kapasitas gas sintetis China berpotensi melonjak tujuh kali lipat menjadi lebih dari 52 miliar meter kubik, atau setara 12% dari pasokan gas nasionalnya.
- Skenario Darurat Italia: Menteri Lingkungan dan Keamanan Energi Italia Gilberto Pichetto Fratin menyatakan negaranya bersiap mengaktifkan kembali PLTU batu bara yang sudah mati di Civitavecchia dan Brindisi jika harga gas melampaui €70 per megawatt-jam (saat ini berada di kisaran €40). Imbas dari perang Iran, pemerintah Italia bulan lalu telah memutuskan untuk menunda penutupan permanen seluruh PLTU batu baranya selama 13 tahun hingga 2038.

