Lebih dari Sekadar Pempek: Menjelajahi Pesona Wisata Sejarah dan Budaya Palembang
Destinasi & Tempat Menarik,  Wisata

Lebih dari Sekadar Pempek: Menjelajahi Pesona Wisata Sejarah dan Budaya Palembang

Palembang, ibu kota Provinsi Sumatra Selatan, sering kali hanya identik dengan kelezatan pempeknya. Namun, kota tertua di Indonesia ini menyimpan kekayaan sosiokultural yang luar biasa. Berdiri di tepian Sungai Musi, Palembang menawarkan perpaduan harmonis antara kejayaan Kesultanan Palembang Darussalam, peninggalan kolonial, hingga modernitas kawasan olahraga internasional.

Bagi Anda yang merencanakan perjalanan ke “Bumi Sriwijaya”, berikut adalah panduan lengkap destinasi wisata wajib kunjung yang menawarkan pengalaman tak terlupakan.


1. Jembatan Ampera: Landmark Ikonik di Atas Sungai Musi

Jembatan Ampera bukan sekadar sarana transportasi, melainkan simbol perjuangan dan kebanggaan warga Palembang. Diresmikan pada tahun 1965, jembatan ini sempat menjadi jembatan terpanjang di Asia Tenggara pada masanya.

  • Daya Tarik: Pemandangan terbaik dinikmati saat matahari terbenam. Cahaya lampu LED yang berwarna-warni akan memantul di permukaan Sungai Musi, menciptakan latar belakang foto yang sangat instagramable.

  • Tips: Kunjungi area Plaza Benteng Kuto Besak untuk mendapatkan sudut pandang (POV) terbaik Jembatan Ampera secara utuh.

2. Wisata Air Sungai Musi & Perahu Ketek

Sungai Musi adalah urat nadi kehidupan masyarakat Palembang sejak zaman Kerajaan Sriwijaya. Menjelajahi sungai sepanjang 750 km ini memberikan perspektif berbeda tentang denyut nadi kota.

  • Pengalaman: Anda bisa menyewa Perahu Ketek (perahu tradisional bermesin) untuk menyusuri tepian sungai, melihat rumah rakit, hingga menyaksikan aktivitas bongkar muat kapal-kapal besar.

  • Suasana: Semilir angin sungai dan pemandangan kehidupan pinggiran air memberikan kesan syahdu yang sulit ditemukan di kota besar lainnya.

3. Pulau Kemaro: Legenda Cinta di Tengah Sungai

Terletak sekitar 6 km dari Jembatan Ampera, Pulau Kemaro adalah destinasi wisata religi dan budaya yang unik karena tidak pernah tenggelam meski Sungai Musi sedang pasang.

  • Sejarah: Pulau ini kental dengan legenda cinta tragis antara Pangeran Tan Bun An dari Tiongkok dan Siti Fatimah.

  • Ikon: Pagoda Sembilan Lantai yang berdiri megah serta Pohon Cinta menjadi daya tarik utama. Kawasan ini mencapai puncak keramaian saat perayaan Cap Go Meh.

4. Benteng Kuto Besak (BKB)

BKB adalah saksi bisu kejayaan Kesultanan Palembang Darussalam. Dibangun pada abad ke-18, benteng ini menggunakan material batu bata yang diperkuat dengan putih telur sebagai perekat.

  • Aktivitas: Meski bagian dalam merupakan markas militer, pelataran depannya kini menjadi pusat kuliner malam dan tempat berkumpulnya komunitas. Anda bisa menikmati hidangan khas Palembang sambil menatap kapal-kapal yang melintas di depan jembatan Ampera.

5. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum ini menempati bangunan peninggalan kolonial Belanda yang dulunya adalah istana kesultanan. Lokasinya yang strategis di antara BKB dan Jembatan Ampera menjadikannya destinasi yang mudah diakses.

  • Koleksi: Menyimpan artefak bersejarah, mata uang kuno, pakaian adat, hingga prasasti peninggalan masa Kerajaan Sriwijaya. Sangat cocok bagi pecinta wisata edukasi.

6. Jakabaring Sport City (JSC)

Palembang membuktikan diri sebagai kota kelas dunia melalui Jakabaring Sport City. Kompleks olahraga seluas 325 hektar ini pernah sukses menjadi tuan rumah SEA Games 2011 dan Asian Games 2018.

  • Fasilitas: Selain stadion megah, terdapat danau buatan untuk olahraga dayung yang kini sering digunakan warga untuk jogging, piknik keluarga, atau sekadar menikmati udara segar di tengah kota.

7. Kampung Al Munawar: Harmoni Budaya Arab-Palembang

Destinasi ini merupakan pemukiman etnis Arab yang telah ada sejak 200 tahun lalu. Kampung ini ditetapkan sebagai cagar budaya karena arsitektur rumahnya yang unik dan autentik.

  • Keunikan: Rumah-rumah panggung kuno yang dibangun dari kayu unglen (ulin) yang sangat kuat. Pengunjung dapat mencicipi kuliner khas nasi minyak dan merasakan suasana religius yang kental di tepian sungai.

Author: Mata Bumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *