
Mengungkap Pesona Tersembunyi Sukoharjo: 5 Destinasi “Hidden Gem” untuk Pelarian Sempurna
Selama ini, Kabupaten Sukoharjo mungkin lebih sering dikenal sebagai daerah penyangga Kota Solo atau sekadar pusat industri tekstil. Namun, siapa sangka di balik hiruk-pikuk perkotaannya, Sukoharjo menyembunyikan deretan surga wisata alam dan rekreasi yang masih sangat asri.
Bagi Anda yang sedang mencari tempat untuk healing, menepi sejenak dari rutinitas, atau sekadar menghabiskan akhir pekan berkualitas bersama keluarga, lupakan sejenak destinasi mainstream. Berikut adalah lima rekomendasi wisata “hidden gem” di Sukoharjo yang wajib masuk dalam daftar penjelajahan Anda:
1. Gunung Sepikul: Menikmati Sunrise Berlatar Legenda Klasik
Bagi Anda yang gemar berburu pemandangan matahari terbit (sunrise) namun enggan mendaki berjam-jam, Gunung Sepikul adalah jawaban yang paling sempurna.
Daya Tarik Utama: Gunung berbatu ini memiliki ketinggian yang relatif rendah, hanya sekitar 500 meter di atas permukaan laut. Jalur pendakiannya sangat singkat dan ramah pemula. Lanskapnya berupa bongkahan batu-batu andesit raksasa yang eksotis. Saking epiknya pemandangan di sini, Gunung Sepikul pernah dijadikan lokasi syuting film laga legendaris Nusantara seperti Wiro Sableng dan Saur Sepuh.
Kisah Legenda: Terdapat cerita rakyat yang meyakini bahwa bebatuan raksasa di gunung ini adalah material yang dulunya dikumpulkan oleh Bandung Bondowoso saat berusaha membangun Candi Prambanan dalam waktu semalam.
Informasi Kunjungan:
Lokasi: Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu (sekitar 14 kilometer atau 24 menit berkendara dari Alun-alun Sukoharjo).
Jam Operasional: 05.00 – 18.00 WIB.
Tiket Masuk: Sangat terjangkau, menggunakan sistem bayar seikhlasnya (umumnya pengunjung memberikan Rp4.000 hingga Rp5.000).
2. Ronce Stable: Petualangan Berkuda Bernuansa Pedesaan
Ingin mencoba aktivitas outdoor yang memacu adrenalin namun tetap bernuansa santai? Ronce Stable menawarkan pengalaman ekowisata dan olahraga berkuda yang dikemas dengan kearifan lokal.
Daya Tarik Utama: Berbeda dengan tempat wisata berkuda biasa, Ronce Stable memiliki kuda-kuda pacuan yang sangat terlatih. Anda bisa belajar menunggang kuda (riding class) atau sekadar berkeliling menikmati udara segar. Rute perjalanannya pun bervariasi; Anda bisa memilih rute santai mengelilingi pedesaan, atau rute yang lebih menantang menembus rimbunnya hutan karet.
Kuliner Tradisional: Setelah lelah berkuda, Anda bisa memanjakan tenggorokan dengan minuman sehat khas pedesaan, seperti susu kambing Etawa murni segar, hingga aneka jamu tradisional (beras kencur dan kunir asam).
Informasi Kunjungan:
Lokasi: Kelurahan Tepisari, Kecamatan Polokarto (berjarak sekitar 10 kilometer atau 17 menit dari Alun-alun Sukoharjo).
Jam Operasional: Buka setiap hari pukul 07.00 – 15.00 WIB.
Tarif: Mulai dari Rp20.000 – Rp25.000 untuk rute keliling kampung, hingga Rp150.000 untuk rute penjelajahan hutan karet.
3. Taman Bunga Bloemencorso: Hamparan Warna-Warni yang Instagramable
Jika Anda mencari spot yang murni untuk relaksasi mata dan mempercantik feed media sosial, Taman Bunga Bloemencorso adalah destinasi yang tepat.
Daya Tarik Utama: Dibuka sejak 1 April 2019, lahan seluas 2.150 meter persegi ini disulap menjadi permadani bunga yang bermekaran indah. Taman ini didominasi oleh rona kuning cerah dari bunga matahari dan merah merona dari bunga celosia (jengger ayam). Selain menjadi spot foto estetik, taman ini sangat edukatif. Terdapat program outing class bagi pelajar dan anak-anak untuk belajar cara menanam dan merawat bunga secara langsung.
Informasi Kunjungan:
Lokasi: Desa Ngemplak, Kecamatan Kartasura (sekitar 20 kilometer atau 34 menit dari pusat kota Sukoharjo).
Tiket Masuk: Sangat murah, hanya Rp5.000 per orang.
4. Curug Krajan: Suara Alam di Balik Rimbunnya Hutan Jati
Menyandang predikat sejati sebagai “hidden gem”, Curug Krajan sangat cocok bagi Anda yang berjiwa petualang dan menyukai keheningan alam liar yang belum banyak tersentuh tangan manusia.
Daya Tarik Utama: Berada di kawasan pegunungan Bronggang, air terjun ini menawarkan perpaduan udara yang sangat sejuk, suara gemericik air yang jernih, dan rindangnya pepohonan jati yang menaungi area tersebut. Meski letaknya tersembunyi dan aksesnya menanjak, warga setempat telah menata jalan setapaknya sehingga cukup nyaman untuk dilalui pengunjung.
Informasi Kunjungan:
Lokasi: Desa Krajan, Kecamatan Weru (berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota).
Jam Operasional: 08.00 – 16.00 WIB.
Tiket Masuk: Rp5.000 per orang.
5. Waduk Mulur: Syahdunya Senja di Warisan Sejarah
Mencari ketenangan di sore hari? Singgahlah ke Waduk Mulur, sebuah bendungan bersejarah yang sudah beroperasi sejak era kolonial Belanda.
Daya Tarik Utama: Memiliki luas genangan air yang mencapai 43 hingga 90 hektare (bergantung pada debit air musim penghujan), waduk yang awalnya berfungsi sebagai saluran irigasi ini kini menjadi magnet wisata. Ini adalah spot terbaik di Sukoharjo untuk menyaksikan panorama senja. Semburat langit berwarna oranye keemasan yang memantul di permukaan air waduk yang tenang menciptakan siluet alam yang luar biasa indah. Tempat ini juga menjadi surga bagi para pemancing dan fotografer lanskap.
Informasi Kunjungan:
Lokasi: Kecamatan Bendosari (hanya berjarak 6,7 kilometer atau 12 menit berkendara dari Alun-alun Sukoharjo).
Jam Operasional: Buka 24 jam penuh.
Tiket Masuk: Gratis (umumnya hanya membayar retribusi parkir kendaraan).


