
PTBA Jajaki Aktivasi Kembali Tambang Bersejarah Sawahlunto di Tengah Kinerja Solid 2025 & Ekspansi Global Agresif
Bisnis – 10 April 2026 – PT Bukit Asam Tbk PTBA, anggota Grup MIND ID, tengah menjajaki ekspansi melalui potensi aktivasi kembali tambang dalam batu bara bersejarah di Sawahlunto, Sumatera Barat, sekaligus memperkokoh fundamental pertumbuhannya untuk tahun 2026. Langkah ini menyusul kinerja operasional yang solid sepanjang 2025 di tengah tantangan pasar global yang volatil.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengonfirmasi telah adanya pembicaraan awal mengenai rencana PTBA untuk mengaktifkan kembali operasi tambang dalam batu bara di Sawahlunto. Rencana ini disambut positif karena dinilai dapat memacu pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. PTBA saat ini masih melakukan kajian lebih lanjut mengenai kelayakan rencana ini, di mana kajian yang matang akan dibahas kembali dengan Komisi VI DPR RI. Tambang Ombilin di Sawahlunto, yang beroperasi sejak akhir abad ke-19 dan berhenti pada 2016, memiliki nilai budaya penting dan resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO pada 6 Juli 2019. Rosiade juga menyarankan penggunaan aset-aset yang tidak terpakai selama ini untuk mendukung potensi aktivasi tersebut.
Dari sisi operasional, PTBA mencatatkan kinerja solid sepanjang 2025 meskipun di tengah tekanan harga global. Volume produksi meningkat 9% yoy menjadi 47,2 juta ton, volume penjualan naik 6% yoy mencapai 45,4 juta ton, dan volume angkutan tumbuh 6% ke 40,4 juta ton. Secara finansial, PTBA mempertahankan posisi yang sehat dengan laba bersih Rp2,93 triliun dan EBITDA mencapai Rp6,08 triliun. Arus kas operasi tumbuh signifikan sebesar 24% yoy menjadi Rp6,26 triliun, mencerminkan fundamental bisnis yang sehat. Realisasi CapEx Rp4,55 triliun difokuskan pada pengembangan infrastruktur jangka panjang, termasuk proyek angkutan Tanjung Enim – Kramasan. PTBA memprioritaskan pasar domestik (54% penjualan) sambil agresif melakukan ekspansi global (46%), dengan penetrasi pasar baru ke Eropa (Spanyol dan Rumania) di samping pasar Asia yang sudah ada. Memasuki tahun 2026, dengan persetujuan RKAB tanpa adanya pemotongan volume produksi, PTBA membidik target produksi dan penjualan sebesar 49,5 juta ton, fokus pada strategi cost leadership dan efisiensi yang berkelanjutan.


