Gunungkidul tidak hanya terkenal dengan deretan pantai pasir putihnya yang eksotis pada masa kini. Lebih dari itu, kawasan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini juga menyimpan sejarah geologi yang luar biasa. Salah satu mahakarya alam prasejarah yang kini bisa Anda kunjungi adalah Situs Kali Ngalang.
Berlokasi di Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, situs aliran sungai sepanjang 15 kilometer ini merupakan salah satu dari 13 geosite yang tergabung dalam kawasan Geopark Gunung Sewu. Berkunjung ke tempat ini akan membawa Anda melintasi lorong waktu kembali ke jutaan tahun silam.
Berikut adalah pesona sejarah dan fakta geologi menarik dari Situs Kali Ngalang yang tengah dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi andalan DIY.
1. Jejak Dasar Laut di Bawah Jembatan Ngalang
Situs Ngalang memiliki lokasi yang cukup unik, yakni membentang tepat di bawah Jembatan Ngalang di jalur penghubung Sambipitu-Gedangsari. Jika Anda turun ke area bawah jembatan, Anda akan disambut oleh hamparan bebatuan yang sekilas tampak biasa, namun sejatinya merupakan sedimen pasir pantai purba dari jutaan tahun yang lalu.
Di lokasi ini juga terdapat batuan berwarna hitam pekat. Batuan ini merupakan pecahan dari tubuh Gunung Api Purba Nglanggeran yang terpisah dari struktur utamanya akibat proses erosi panjang.
Menurut Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono, formasi batuan (Formasi Sambipitu) ini terbentuk akibat proses sedimentasi pasca-letusan dahsyat Gunung Api Purba Nglanggeran sekitar 16 juta tahun yang lalu. Pergerakan lempeng tektonik kemudian mengangkat dasar laut ini ke permukaan, membawa serta material lautan ke daratan yang kita pijak hari ini.
2. Fenomena Bioturbasi: Kanvas Ukiran Hewan Purba
Daya tarik paling menonjol dari Situs Kali Ngalang adalah keberadaan ukiran-ukiran alami menyerupai jejak cacing pada permukaan bebatuannya. Fenomena ini dalam istilah geologi dikenal sebagai Bioturbasi.
Ukiran tersebut bukanlah buatan manusia, melainkan jejak rekam aktivitas hewan purba (sejenis pong-pongan atau kelomang) yang hidup di pasir dasar perairan dangkal jutaan tahun lalu.
Setelah fase erupsi super dari gunung-gunung api purba berakhir (sekitar 16 hingga 2 juta tahun lalu), hampir seluruh wilayah Pulau Jawa tergenang oleh laut dangkal. Kondisi perairan saat itu sangat tenang, jernih, serta kaya akan sinar matahari dan sumber makanan. Hal ini memicu koloni koral dan biota laut purba berkembang biak secara masif, meninggalkan jejak aktivitas yang kini membatu dan terukir abadi di Kali Ngalang.
3. Berstatus Warisan Geologi (Geoheritage) DIY
Nilai sejarah dan ilmu pengetahuan yang sangat tinggi membuat kawasan ini secara resmi ditetapkan sebagai satu dari 20 kawasan Warisan Geologi (Geoheritage) di DIY. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 13.K/HK.1/MEM.G/2021.
Untuk mengoptimalkan potensinya, Dinas Pariwisata Gunungkidul bersama pemerintah desa setempat bersinergi mengembangkan Situs Kali Ngalang sebagai pusat wisata edukasi. Desain rinci (Detail Engineering Design/DED) telah disiapkan untuk membangun berbagai fasilitas pendukung yang nyaman bagi wisatawan.
4. Tips Berkunjung ke Situs Kali Ngalang
Kawasan wisata ini mulai dikelola secara swadaya oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Dusun Plosodoyong. Lurah Ngalang, Kaderi, sangat optimis bahwa pengembangan wisata edukasi geologi ini kelak akan mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.
Saat ini, lokasi sudah dilengkapi dengan papan informasi yang memadai terkait sejarah terbentuknya formasi batuan Sambipitu. Jika Anda berencana menjelajahi tapak geologi ini, perhatikan tips berikut:
- Datanglah pada Musim Kemarau: Mengingat situs ini berada di aliran sungai, berkunjung di musim kemarau adalah pilihan terbaik. Saat musim penghujan, debit air akan naik dan menutupi bebatuan purba yang menjadi daya tarik utama situs ini.
Baca juga:
- Menjelajahi Pulau Terisolasi Penuh Keajaiban Geologi di Geopark Nasional Bawean
- Bangga! Indonesia Dinobatkan Sebagai Negara Terindah di Dunia, Ini 7 Alasannya
- Menapaki Asal-Usul Manusia Purba di Labirin Karst Geopark Nasional Tulungagung
- 5 Tempat Wisata Memukau di Gunung Mas (Kalimantan Tengah) yang Wajib Dijelajahi
- Menyusuri Perut Bumi Petroleum Geopark: Jejak Minyak dan Api Abadi di Geopark Nasional Bojonegoro
