Pesona Desa Wisata Ranu Pani: Keindahan Alam Memukau dengan Fasilitas Mumpuni

Berada di ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), Desa Wisata Ranu Pani di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menawarkan paket liburan alam yang tiada duanya.

Kawasan yang menjadi bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini tidak hanya berfungsi sebagai “gerbang utama” bagi para pendaki Gunung Semeru, tetapi juga destinasi wisata mandiri yang sangat memanjakan mata. Keunggulannya pun telah diakui secara nasional dengan masuknya Ranu Pani ke dalam 50 besar desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang digelar oleh Kemenparekraf.

Bagi Anda yang berencana menepi dari hiruk-pikuk kota, berikut adalah daya tarik dan panduan berwisata ke Desa Wisata Ranu Pani.

1. Surga Alam di Pelukan Semeru

Berada di dalam kawasan konservasi TNBTS, Ranu Pani menyuguhkan lanskap alam khas dataran tinggi yang sejuk dan berkabut. Wisatawan yang datang ke sini wajib mengunjungi dua danau vulkanik yang sangat ikonik, yaitu:

  • Ranu Regulo: Danau yang asri, tenang, dan lokasinya tidak terlalu jauh dari permukiman warga. Sangat cocok untuk camping santai.

  • Ranu Kumbolo: Danau legendaris yang menjadi surga bagi para pendaki. Menawarkan pemandangan magis, terutama saat matahari terbit di antara dua bukit.

2. Wisata Kuliner Khas Tengger dan Kerajinan Lokal

Liburan tidak akan lengkap tanpa mencicipi cita rasa lokal. Penduduk Ranu Pani memiliki olahan kuliner yang unik dan bahan bakunya diambil langsung dari hasil bumi dataran tinggi. Beberapa menu khas yang wajib Anda cicipi meliputi:

  • Oseng-oseng tumewu

  • Sambal tropong dan sambal bawang pre

  • Olahan “semenan” (nugget, lumpia, dan peyek semenan)

  • Selai terong Tengger dan keripik kentang

Sebagai buah tangan, wisatawan juga bisa memborong aneka kerajinan tangan dari bambu, serta kain tenun dan batik dengan motif khas kebudayaan setempat.

3. Fasilitas Wisata yang Super Lengkap

Satu hal yang membuat Ranu Pani istimewa adalah fasilitas penunjangnya yang sangat mumpuni. Hal ini bahkan mendapat pujian langsung dari Menparekraf Sandiaga Uno saat melakukan visitasi ADWI 2021.

Fasilitas kebersihan seperti toilet umum sudah sangat terjaga dan bersih. Selain itu, pemerintah dan pengelola desa baru saja meresmikan sebuah amphitheater yang difungsikan sebagai panggung seni dan budaya. Di tempat terbuka ini, wisatawan bisa menyaksikan ragam pertunjukan tradisional, salah satunya adalah kesenian Jaran Kepang.

Jika ingin menikmati suasana malam di kaki gunung, Anda tidak perlu bingung mencari tempat menginap. Desa ini telah menyediakan sekitar 41 homestay milik warga lokal yang nyaman, hangat, dan dikelola dengan keramahtamahan khas masyarakat Tengger.

4. Akses dan Rute Perjalanan

Untuk mencapai Desa Wisata Ranu Pani, wisatawan memiliki beberapa opsi rute perjalanan yang menantang sekaligus menawarkan pemandangan indah:

  • Dari Arah Lumajang: Anda bisa mengarahkan kendaraan menuju Kecamatan Senduro, lalu melintasi jalur hutan Alas Burno hingga tiba di Ranu Pani.

  • Dari Arah Malang: Wisatawan bisa mengambil rute melewati Pasar Tumpang, kemudian menyusuri Jalan Nasional III.

Tips Perjalanan: Mengingat medan jalannya yang menanjak, berliku, dan terkadang berkabut, pastikan kendaraan pribadi Anda dalam kondisi prima. Jika menggunakan kendaraan umum atau ragu membawa mobil sendiri, sangat disarankan untuk menyewa mobil jip (Hardtop) yang banyak tersedia di area Tumpang (Malang) atau Senduro (Lumajang) demi keamanan dan kenyamanan maksimal.

Author: Mata Bumi

Leave a Comment