4 Aktivitas Menarik di Desa Sukarara Lombok: Belajar Menenun hingga Belanja Songket

Jika Anda merencanakan liburan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), jangan hanya terpaku pada pantainya saja. Menyelami kekayaan budayanya juga tak kalah mengasyikkan. Salah satu destinasi wisata budaya yang wajib masuk dalam rencana perjalanan Anda adalah Desa Sukarara.

Desa ini sangat tersohor sebagai pusat penghasil kain songket Lombok berkualitas tinggi. Berkunjung ke sini tidak hanya memberi Anda kesempatan untuk membeli suvenir autentik, tetapi juga merasakan pengalaman berinteraksi langsung dengan para pengrajin lokal.

Sebagai panduan liburan Anda, berikut adalah 4 aktivitas wisata menarik yang bisa Anda lakukan di Desa Sukarara:

1. Belajar Menenun Langsung dari Pakarnya

Di sini, Anda tidak hanya menjadi penonton. Anda dipersilakan untuk mencoba sendiri proses menenun yang rumit dan butuh kesabaran ekstra.

  • Pengalaman: Anda akan diajari langsung oleh para inaq (sebutan kehormatan untuk ibu-ibu Suku Sasak). Mereka akan menuntun Anda dari tahapan dasar seperti memasukkan benang, membentuk pola motif, hingga menjahitnya.

  • Lokasi: Begitu memasuki area desa, Anda akan langsung disambut oleh pemandangan para inaq yang sedang duduk tekun menenun di pendopo-pendopo desa.

2. Mengenakan Pakaian Adat Suku Sasak

Kurang lengkap rasanya wisata budaya tanpa mencoba busana tradisional masyarakat setempat. Anda berkesempatan mencoba pakaian adat Suku Sasak yang sarat akan makna.

  • Pakaian Perempuan (Lambung): Terdiri dari atasan hitam tanpa lengan dengan kerah kerah berbentuk huruf “V” (menggunakan kain pelung). Pakaian ini dipadukan dengan selendang bermotif ragi yang menjuntai di bahu kanan, ikat pinggang anteng di pinggang kiri, dan bawahan kain songket hingga selutut.

  • Pakaian Laki-Laki (Pegon): Merupakan pakaian adat yang umumnya dikenakan oleh kaum bangsawan Suku Sasak atau digunakan khusus saat upacara adat berlangsung.

3. Berfoto Estetik di Rumah Adat Sade

Setelah tampil paripurna dengan pakaian adat, saatnya mengabadikan momen di depan rumah tradisional Suku Sasak.

  • Daya Tarik: Di bagian depan desa, terdapat bangunan rumah adat yang disebut Sade. Bangunan ini beratap jerami dengan struktur yang sangat unik.

  • Fakta Unik: Lantai rumah Sade terbuat dari campuran tanah liat dan kotoran kerbau. Secara tradisional, penggunaan kotoran kerbau ini berfungsi untuk membersihkan lantai dari debu, membuat permukaannya terasa lebih halus, kuat, dan diyakini dapat mengusir serangga.

4. Memborong Oleh-Oleh Kain Tenun

Sebelum pulang, pastikan Anda mampir ke toko suvenir yang dikelola oleh masyarakat setempat.

  • Produk yang Dijual: Tersedia beragam kerajinan tangan hasil karya warga Desa Sukarara, mulai dari kain tenun, kain ikat, tas tenun, hingga topi estetik.

  • Harga: Mengingat pembuatannya membutuhkan ketelitian dan waktu yang tidak sebentar, harga kain tenun ini cukup bervariasi dan sepadan dengan kualitasnya, yakni berkisar antara Rp150.000 hingga Rp350.000.

Kenali Makna Motif Kain Songket Sukarara

Saat berbelanja, Anda akan menemukan berbagai motif tenun yang memiliki tingkat kesulitan dan makna filosofis yang berbeda. Berikut adalah tiga motif paling populer yang wajib Anda ketahui:

Nama MotifCiri Khas & FilosofiTingkat Kesulitan
KekerBergambar sepasang burung bangau yang saling berhadapan. Umumnya dipakai saat acara pernikahan.Menengah
NanasMengadaptasi bentuk buah nanas yang bermakna kemakmuran dan kekayaan alam.Menengah
SubanalaMotif geometris yang sangat rumit. Kata “Subanala” diyakini berasal dari zikir “Subhanallah” (Maha Suci Allah).Sangat Tinggi (Pengerjaan paling lama)

Jadikan kunjungan Anda ke Desa Sukarara sebagai pengalaman liburan yang berkesan sekaligus bentuk apresiasi terhadap kelestarian warisan budaya Nusantara!

Bang Ferry

Author: Bang Ferry

GEOLOGIST LIKE COFFIE

Leave a Comment