5 UNESCO Global Geopark di Indonesia yang Wajib Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

Geolocana.com – Indonesia berada di atas zona tumbukan lempeng tektonik aktif yang dikenal sebagai Ring of Fire. Kondisi dinamis ini tidak hanya melahirkan deretan gunung api, tetapi juga membentuk bentang alam dengan nilai geologi internasional yang luar biasa. Hingga saat ini, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) telah mengakui beberapa kawasan di Indonesia sebagai UNESCO Global Geopark (UGG).

Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi berlibur di situs warisan dunia, berikut adalah 5 UNESCO Global Geopark di Indonesia yang wajib masuk dalam bucket list petualangan Anda:

1. Batur UNESCO Global Geopark (Bali)

Menjadi UGG pertama di Indonesia yang ditetapkan pada tahun 2012, Geopark Batur di Kintamani menawarkan fenomena kaldera ganda (double caldera) yang sangat megah. Cekungan raksasa yang terbentuk akibat letusan katastropik purba ini menyajikan pemandangan Gunung Batur yang berdiri kokoh di tengah kaldera, bersanding dengan Danau Batur berbentuk bulan sabit. Batuan lava hitam sisa letusan tahun 1917 dan 1926 di kaki gunung menjadi laboratorium alam terbaik untuk mempelajari suksesi ekologi pionir.

2. Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (Jawa Barat)

Resmi menyandang status UGG pada tahun 2018, Geopark Ciletuh di Sukabumi terkenal dengan struktur morfologinya yang berbentuk mirip tapal kuda raksasa (amfiteater alami). Daya tarik utama dari sisi geologi adalah keberadaan kompleks batuan melange—batuan lantai samudra purba yang terangkat ke daratan akibat proses subduksi jutaan tahun lalu. Lanskapnya sangat lengkap, mulai dari perbukitan, deretan air terjun (curug) eksotis, hingga pantai selatan yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.

3. Rinjani-Lombok UNESCO Global Geopark (Nusa Tenggara Barat)

Menghiasi Pulau Lombok, Geopark Rinjani diakui oleh UNESCO pada tahun 2018. Fokus geowisata di sini adalah gunung api strato aktif Rinjani yang memiliki kaldera dengan Danau Segara Anak di dalamnya. Di tengah danau air asam tersebut, muncul gunung api baru yang aktif bernama Gunung Barujari. Kombinasi jalur pendakian yang menantang, air terjun di kaki gunung (seperti Sendang Gile), dan bentang alam savana Sembalun menjadikan Rinjani salah satu surga geowisata terpopuler bagi para petualang dunia.

4. Maros-Pangkep UNESCO Global Geopark (Sulawesi Selatan)

Terbaru dalam jajaran UGG Indonesia (ditetapkan pada akhir tahun 2022), Maros-Pangkep menyuguhkan kawasan menara karst (tower karst) terbesar kedua di dunia setelah China Selatan. Dinding-dinding batu gamping vertikal yang menjulang di antara hamparan persawahan hijau menciptakan pemandangan yang surealis. Kawasan ini juga menyimpan labirin gua bawah tanah terdalam di Indonesia serta situs arkeologi prasejarah (Leang-Leang) dengan bukti seni lukis cadas tertua di bumi.

5. Belitong UNESCO Global Geopark (Bangka Belitung)

Beralih ke tipe geologi yang berbeda, Geopark Belitong (resmi UGG tahun 2021) memukau dunia dengan singkapan batuan granit raksasa yang tersebar di sepanjang pesisir pantai berpasir putih. Secara geologis, batu-batu raksasa ini merupakan batuan beku plutonik hasil pembekuan magma di dalam bumi sekitar 200 juta tahun lalu yang kemudian mengalami pengangkatan dan erosi. Salah satu situs paling ikonik adalah Pantai Tanjung Tinggi dan Batu Garuda.

Author: Mata Bumi

Leave a Comment