Kabupaten Pemalang di Jawa Tengah telah lama masyhur sebagai daerah penghasil utama nanas madu bercita rasa manis legit di Indonesia. Keberadaan wilayah bagian selatannya yang berada di pangkuan lereng Gunung Slamet serta Bukit Siregol menjadikan tanah di kawasan ini sangat subur dan ideal untuk perkebunan nanas.
Tak sekadar menjadi produsen nanas dan aneka olahan kulinernya, desa-desa di lereng pegunungan Pemalang kini berinovasi menyulap kawasan mereka menjadi destinasi desa wisata unggulan. Pengunjung diajak menikmati kesegaran alam perbukitan, menginap di homestay ramah warga, hingga menyelami kekayaan budaya dan kerajinan lokal.
Penasaran desa mana saja yang wajib kamu kunjungi? Yuk, simak 6 desa wisata nanas madu di Pemalang pilihan Geolocana.com berikut ini!
1. Desa Wisata Nyalembeng (Kecamatan Pulosari): Pesona Hits Bukit Tangkeban dan Taman Langit
Berada tepat di punggung Gunung Slamet, Desa Nyalembeng dianugerahi udara super sejuk dan lanskap alam yang sangat hijau. Desa ini tersohor berkat keberadaan Wisata Bukit Tangkeban, destinasi wisata kekinian yang populer di kalangan pelancong.
Di area Wisata Taman Langit, pengunjung disuguhi deretan spot foto instagrammable berlatar belakang gagahnya Gunung Slamet serta wahana penantang adrenalin seperti flying fox. Bagi keluarga yang membawa anak-anak, kawasan Tangkeban Park menyediakan fasilitas lengkap—mulai dari wahana istana balon, kolam mandi bola, taman edukasi hidroponik, kebun binatang mini (mini zoo), hingga sirkuit berkeliling dengan kendaraan ATV.
Lokasi: Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Daya Tarik Utama: Taman Langit dengan spot foto Gunung Slamet, wahana edukasi anak Tangkeban Park, dan arena ATV.
2. Desa Wisata Gunungsari (Kecamatan Pulosari): Edukasi Sejarah Rumah Perjuangan dan Wisata Kopi
Masih di Kecamatan Pulosari, Desa Wisata Gunungsari menawarkan konsep pelesiran berbasis edukasi dan sejarah. Lingkungan desanya yang bersih dan tertata rapi menjadi rumah bagi situs bersejarah Rumah Perjuangan serta kawasan Kampung Kopi.
Rumah Perjuangan diperkirakan telah berdiri sejak tahun 1837 dan pernah difungsikan sebagai markas rahasia masyarakat lokal dalam mengusir penjajah dari bumi Pemalang. Perabotan kuno serta potret tokoh pejuang tempo dulu masih terawat dengan sangat baik di dalamnya. Selain itu, pengunjung bisa memetik buah kopi langsung di kebun seluas ratusan hektare sekaligus mempelajari proses pengolahan biji kopi Arabika dan Robusta khas Pulosari hingga siap diseduh.
Lokasi: Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Daya Tarik Utama: Situs sejarah Rumah Perjuangan 1837, wisata edukasi pemetikan kopi Pulosari, dan suasana desa yang tertata rapi.
3. Desa Wisata Cikendung: Sensasi Rural Traveling dan Mentari Terbit di Bukit Besek
Bagi kamu yang mendambakan pengalaman bermasyarakat secara langsung (rural live-in), Desa Wisata Cikendung adalah pilihan yang sangat tepat. Di sini, wisatawan tak hanya menjadi penonton, tetapi diajak berpartisipasi aktif dalam rutinitas harian warga desa.
Desa ini menawarkan paket liburan lengkap—mulai dari menginap di homestay ramah warga atau berkemah di camping ground, mencicipi kuliner tradisional keripik tempe sagu, hingga mengamati kesenian rakyat setempat. Saat fajar menyingsing, pengunjung dapat bertualang menuju puncak Bukit Besek untuk menyaksikan pemandangan sunrise keemasan yang menakjubkan, dilanjutkan menyusuri kawasan Tebing Impian beserta curug alaminya yang segar.
Lokasi: Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Daya Tarik Utama: Pengalaman live-in budaya perdesaan, petualangan sunrise Bukit Besek, Tebing Impian, dan kuliner keripik tempe sagu.
4. Desa Wisata Mendelem (Kecamatan Belik): Uji Adrenalin Via Ferrata di Gunung Jimat
Bagi pencinta olahraga ekstrem dan wisata outdoor yang menantang, Desa Wisata Mendelem di Kecamatan Belik wajib masuk ke dalam rute perjalananmu. Desa ini terkenal dengan landmark Bukit Mendelem (sering dijuluki warga sebagai Gunung Jimat).
Di kawasan Taman Rancah Bukit Mendelem, kamu bisa menjajal sensasi memanjat tebing batu kecuraman tinggi menggunakan tangga besi (Via Ferrata) serta meluncur dengan wahana flying fox. Seluruh wahana pendakian telah dilengkapi oleh pemandu profesional dan standar keamanan yang memadai. Tak heran jika destinasi ini berhasil masuk dalam jajaran nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019.
Lokasi: Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Daya Tarik Utama: Panjat tebing Via Ferrata di Bukit Mendelem (Gunung Jimat), flying fox, dan lanskap alam perbukitan yang megah.
5. Desa Wisata Bulakan (Kecamatan Belik): Wisata Seribu Monyet dan Tarian Sintren
Desa Wisata Bulakan menyajikan kombinasi wisata sejarah, alam, dan tradisi lokal yang sangat kaya. Salah satu titik paling unik di desa ini adalah Kompleks Candi Batur yang kerap difungsikan sebagai tempat istirahat jalur melintas. Tempat ini dikenal sebagai lokasi Wisata Seribu Monyet karena dihuni oleh koloni monyet liar yang telah terbiasa bersahabat dengan para pengunjung.
Selain Kompleks Candi Batur, kamu bisa menyusuri keindahan Telaga Dawuhan, Waduk Dauwan, Bukit Jembling, serta perkebunan nanas madu yang membentang luas. Untuk melengkapi pengalaman wisata budaya, pengunjung dapat singgah ke Sanggar Tari Tilamsari untuk belajar tari kontemporer atau menyaksikan seni mistis tradisional khas pesisir, Tari Sintren.
Lokasi: Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Daya Tarik Utama: Kompleks Candi Batur (Wisata Seribu Monyet), Telaga Dawuhan, perkebunan nanas madu, dan pertunjukan Tari Sintren.
6. Desa Wisata Sikasur (Kecamatan Belik): Kejernihan Telaga Silating dan Petualangan Rafting
Berada di jalur strategis jalan provinsi yang menghubungkan Pemalang dan Purbalingga, Desa Wisata Sikasur menjadi destinasi yang sangat mudah diakses oleh para wisatawan.
Daya tarik utamanya terletak pada Telaga Silating—sebuah danau bening dan sejuk yang dikelilingi rindangnya pepohonan serta dihiasi oleh kawanan ikan air tawar. Tak jauh dari telaga, kamu bisa menyusuri jalan setapak di tengah hamparan persawahan menuju Curug Bengkawah, atau menguji keberanian mengarungi jeram sungai melalui wahana Cubeng Rafting. Jika beruntung, kunjunganmu akan disambut oleh pertunjukan seni Karawitan dan Tari Sintren khas warga Sikasur.
Lokasi: Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah (Jalur Pemalang-Purbalingga).
Daya Tarik Utama: Kejernihan air Telaga Silating, pesona Curug Bengkawah, wahana Cubeng Rafting, dan kemudahan akses transportasi.
Siap Menjelajahi Pesona Nanas Madu Pemalang?
Keanekaragaman 6 desa wisata nanas madu di Pemalang ini membuktikan bahwa wilayah lereng Gunung Slamet menyajikan perpaduan sempurna antara petualangan alam, kehangatan budaya lokal, dan kelezatan buah khas Nusantara.
Dari keenam desa wisata di atas, mana yang paling ingin kamu kunjungi saat berlibur ke Pemalang? Jangan lupa bagikan artikel ini kepada kawan jalan-jalanmu dan pantau terus Geolocana.com untuk mendapatkan pembaruan rekomendasi wisata, tips perjalanan, serta panduan liburan terbaik di seluruh Indonesia!
