Reuters/Bloomberg | 13 Juli 2026
- Pergerakan Harga: Harga emas spot turun hingga 1,5% menjadi US$4.060,36 per ons pada Senin pagi, mencatatkan penurunan total lebih dari 20% sejak perang Iran pecah pada akhir Februari. Penurunan ini secara efektif mengakhiri tren penguatan (reli) emas yang telah berlangsung selama tiga tahun. Di dalam negeri, emas Antam turut terkoreksi menjadi Rp2.635.000 per gram pada hari Senin.
- Pemicu Geopolitik: Penurunan harga ini dipicu oleh aksi saling serang rudal dan drone antara pasukan AS dan Iran pada akhir pekan. Meskipun Iran mengklaim telah menutup Selat Hormuz, pihak AS membantah hal tersebut dan menyatakan CENTCOM melakukan serangan untuk memastikan kebebasan navigasi. Akibat ketegangan ini, harga minyak dunia melonjak sekitar 4%.
- Spekulasi Suku Bunga The Fed: Lonjakan harga energi menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi yang membandel, membuat pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 72% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada bulan September. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya menjadi sentimen negatif yang menekan aset tanpa imbal hasil seperti emas.
- Fokus Data Krusial: Pasar kini menanti rilis data ekonomi AS pada pekan ini, termasuk CPI, PPI, dan penjualan ritel bulan Juni. Selain itu, investor juga menunggu kesaksian perdana Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres untuk mencari petunjuk kebijakan moneter. Secara teknikal, harga emas saat ini berada di area support penting di kisaran US$4.074 hingga US$4.112 per ons, di mana penembusan ke bawah level tersebut dapat memicu tekanan jual lanjutan.
- Logam Mulia Ikut Turun: Perak turun 2,6% ke US$58,29/oz, platinum melemah 1,6% ke US$1.601,92/oz, dan paladium turun 2% ke US$1.251,42/oz.
