Harga Tembaga Naik, Ketatnya Pasokan di China Kalahkan Sentimen Ketegangan Timur Tengah

Bloomberg | 14 Juli 2026

  • Pergerakan Harga: Harga tembaga menguat 0,4% menjadi US$13.541 per metrik ton di London Metal Exchange (LME), mengabaikan sentimen penghindaran risiko (risk-off) di pasar secara luas. Sementara itu, aluminium terpantau naik 1% dan seng turun 1,4%.
  • Ketatnya Pasokan China: Kenaikan harga ini didorong oleh ketatnya pasokan jangka pendek di China selaku konsumen utama. Para pedagang melakukan penimbunan (stockpiling) secara masif menjelang datangnya Topan Bavi, yang langsung mengerek naik premi fisik. Selain itu, pesanan penarikan logam (cancelled warrants) di gudang LME Asia melonjak ke level tertinggi sejak Desember.
  • Tantangan Makro & Geopolitik: Pasar tembaga secara tak terduga mengabaikan kekhawatiran pelemahan permintaan yang dipicu oleh memanasnya kembali konflik AS-Iran dan blokade Selat Hormuz oleh Presiden Donald Trump. Meskipun ada kekhawatiran bahwa lonjakan biaya energi dapat mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga—seperti yang diisyaratkan oleh Gubernur The Fed Christopher Waller—harga tembaga tetap kokoh ditopang oleh kekurangan pasokan fisik di lapangan.

Author: Mata Bumi

Leave a Comment