Momen ‘Rebutan’ Dimulai: ESDM Siap Jebol Batas Kuota 600 Juta Ton di Tengah Berkah Harga Global
Bloomberg/Antara | 18 Juni 2026
- Revisi RKAB & Kebutuhan Domestik: Kementerian ESDM akan merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara 2026 dengan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri, termasuk Domestic Market Obligation (DMO). Wakil Menteri Yuliot Tanjung memastikan kuota produksi akan direlaksasi hingga melebihi target awal yang sebesar 600 juta ton.
- Status Pasokan PLN: Yuliot mencatat PLN membutuhkan 154 juta ton batu bara, namun baru 134 juta ton yang terkontrak, sehingga ada kekurangan 20 juta ton. Di sisi lain, Direktur Manajemen Pembangkit PLN Rizal Calvary Marimbo menyatakan perusahaan sejatinya telah mengamankan komitmen RKAB sebesar 163 juta ton yang menjamin pasokan aman hingga Desember 2026.
- Relaksasi Terdorong Pasar: Menteri Bahlil Lahadalia menjelaskan relaksasi kuota ini merupakan respons terukur terhadap kenaikan harga batu bara global, yang sempat melonjak di atas US$130 per ton akibat konflik antara AS, Israel, dan Iran. Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode II Juni 2026 ditetapkan sebesar US$123,91 per ton.
- Antisipasi Industri Tambang: Pengajuan revisi dijadwalkan akan dimulai pada bulan Juli dan ditutup pada 31 Juli 2026. Namun, ratusan perusahaan tambang di Kalimantan Timur masih menanti dengan cemas pembukaan mekanisme aplikasi tersebut. Ketua FKTT Kaltim, Rd Agah Wahyu Nugraha, menekankan bahwa kepastian revisi ini sangat krusial bagi keberlangsungan operasional dan tenaga kerja dari hampir 300 perusahaan tambang di wilayah tersebut.

