Menyingkap Kemegahan Candi Borobudur: 5 Fakta Menarik Candi Buddha Terbesar di Dunia

Berdiri megah di kelilingi lanskap alam Magelang, Jawa Tengah, Candi Borobudur tidak pernah gagal membius para wisatawan yang datang. Bangunan suci ini bukan sekadar tumpukan batu kuno, melainkan sebuah mahakarya arsitektur yang kaya akan nilai filosofis dan sejarah peradaban Nusantara.

Sebagai situs candi Buddha terbesar di dunia, Borobudur selalu menjadi destinasi wisata wajib bagi siapa pun yang berkunjung ke Jawa Tengah. Di balik kemegahannya yang sudah tersohor hingga ke mancanegara, bangunan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini menyimpan berbagai cerita luar biasa.

Berikut adalah 5 fakta unik dan menarik tentang Candi Borobudur yang mungkin belum Anda ketahui!

1. Dibangun Pada Masa Kejayaan Dinasti Syailendra

Sejarah mencatat bahwa Candi Borobudur didirikan pada abad ke-8 dan ke-9 (sekitar tahun 800 Masehi) oleh Dinasti Syailendra, yang merupakan penganut Buddha Mahayana yang taat.

Merujuk pada temuan Prasasti Karangtengah, proses pembangunan candi raksasa ini diinisiasi pada tahun 824 Masehi di bawah titah Raja Samaratungga. Pembangunannya memakan waktu yang cukup panjang dan baru berhasil diselesaikan pada tahun 874 Masehi oleh putrinya, Ratu Pramodawardhani.

2. Dimensi Tapak Candi yang Super Luas

Predikat sebagai candi Buddha terbesar di dunia tentu bukan isapan jempol belaka. Candi Borobudur dirancang dengan dimensi yang sangat masif dan simetris. Berikut adalah rincian ukurannya:

  • Luas Tapak: 123 x 123 meter persegi.
  • Tinggi Bangunan: 35,40 meter.
  • Koleksi Arca: Memiliki 504 patung Buddha.
  • Stupa: Terdapat 72 stupa terawang (berlubang) dan 1 stupa induk raksasa di puncak candi.

3. “Dibangunkan” Kembali oleh Thomas Stamford Raffles

Sempat tertidur lelap dan terkubur di balik material vulkanik serta rimbunnya hutan tropis selama berabad-abad, Candi Borobudur akhirnya ditemukan kembali pada tahun 1814.

Sosok yang berjasa mengungkap keberadaan candi ini adalah Gubernur Jenderal Inggris yang saat itu berkuasa di Jawa, Thomas Stamford Raffles. Saat sedang berada di Semarang, Raffles mendengar laporan tentang adanya susunan batu bergambar yang tertimbun di daerah Kedu. Ia pun segera mengutus tim untuk membersihkan area tersebut.

Raffles kemudian mendokumentasikan penemuan menakjubkan ini ke dalam bukunya, yang otomatis membuat nama Candi Borobudur langsung meledak dan dikenal oleh dunia internasional.

4. Pemilik Ansambel Relief Paling Lengkap di Dunia

Dinding Candi Borobudur adalah sebuah “perpustakaan batu” raksasa. Candi ini dihiasi oleh 2.672 panel relief yang menjadikannya sebagai pemilik ansambel relief paling lengkap di dunia. Setiap panel diukir dengan detail yang luar biasa tinggi, menampilkan adegan-adegan yang menceritakan ajaran Buddha dan kehidupan masyarakat Jawa kuno.

Menariknya, ada satu bagian relief yang sengaja ditimbun dan tidak dipertontonkan kepada publik secara bebas, yakni 160 panel relief Karmawibhangga di bagian kaki candi (Kamadhatu). Relief ini ditimbun karena menggambarkan hukum sebab-akibat (karma) dari perbuatan buruk manusia yang dianggap terlalu vulgar dan sadis pada masa itu, selain untuk memperkuat struktur fondasi candi.

5. Menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO

Kemegahan arsitektur, kelengkapan relief, serta nilai sejarah yang tak ternilai harganya membuat Candi Borobudur mendapatkan pengakuan tertinggi secara global. Pada tahun 1991, organisasi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan PBB, yakni UNESCO, secara resmi menetapkan Candi Borobudur sebagai salah satu Situs Warisan Dunia (World Heritage Site).

Pengakuan ini semakin mengukuhkan posisi Borobudur sebagai salah satu kebanggaan terbesar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia!

Baca juga: 

Author: Mata Bumi

Leave a Comment