Terletak di ujung utara Provinsi Sulawesi Utara, Kepulauan Sangihe sudah lama menjadi primadona bagi para penyelam berkat kekayaan alam bawah lautnya yang memesona. Dengan total 105 pulau (26 di antaranya berpenghuni), Sangihe adalah definisi dari keindahan kepulauan tropis Nusantara.
Namun, daya tarik Sangihe rupanya tidak berhenti di bibir pantai saja. Jika Anda melangkah lebih jauh ke daratannya, Anda akan disambut oleh mahakarya alam lain yang tak kalah memukau: deretan air terjun perawan yang asri dan menyejukkan.
Bagi Anda yang berencana mengeksplorasi Sangihe, siapkan fisik dan kamera Anda! Berikut adalah 6 air terjun eksotis di Kepulauan Sangihe yang wajib masuk dalam daftar perjalanan Anda.
1. Air Terjun Matei: “Niagara Mini” di Atas Pegunungan
Air Terjun Matei (atau Tadunang Matei) menawarkan pesona magis di tengah hutan yang masih perawan. Kata Matei sendiri memiliki arti “tegak lurus”, yang sangat merepresentasikan aliran airnya yang jatuh lurus bak tumpahan dari langit.
- Dimensi Spektakuler: Memiliki tinggi dan lebar masing-masing 30 meter.
- Danau Alami: Di bawahnya terbentuk telaga sedalam 5-7 meter dengan luas 15×35 meter yang menyerupai “samudra mini”. Bentuknya yang melebar sering kali membuat air terjun ini dijuluki sebagai miniatur Air Terjun Niagara. Di sini, Anda akan dimanjakan oleh kicauan burung dan desiran angin basah yang menenangkan.
2. Air Terjun Elong: Pesona “Biru” di Balik Bebatuan
Kata Elong dalam bahasa setempat berarti “biru”. Lokasinya diapit oleh Air Terjun Matei dan Air Terjun Nahepese. Perjalanan menuju ke sini memberikan sensasi petualangan tersendiri karena pengunjung harus melintasi tanjakan bebatuan alami.
- Karakteristik: Bentuknya agak landai dengan ketinggian sekitar 15 meter.
- Telaga: Memiliki luas permukaan sekitar 30×30 meter dengan kedalaman mencapai 15 meter. Suasana di sekitar Air Terjun Elong sangat hening dan sejuk, sangat cocok untuk merelaksasi pikiran.
3. Air Terjun Nahepese: Aliran yang “Terjepit”
Aliran sungai dari Air Terjun Elong mengalir sejauh kurang lebih 50 meter dan membentuk air terjun baru yang dinamakan Nahepese (yang berarti “terjepit”).
- Dua Aliran: Air terjun ini terpecah menjadi dua alur sebelum akhirnya menyatu kembali pada jarak sekitar 40 meter.
- Lokasi & Fasilitas: Terletak di Kampung Laine, Kecamatan Manganitu Selatan. Tempat ini sudah dikelola cukup baik dengan tersedianya shelter untuk beristirahat dan fasilitas toilet/MCK. Danau alaminya sangat menyegarkan untuk dipakai mandi atau berenang.
4. Air Terjun Nguralawo: Bentuk Terompet dan Gua Tersembunyi
Berada di kawasan Gunung Sahendarumang (Kecamatan Tamako), Air Terjun Nguralawo menawarkan keunikan yang akan membuat Anda merasa berada di alam fantasi. Terdapat dua air terjun yang berdekatan di alur sungai ini:
- Air Terjun Pertama: Memiliki kontur yang sering dijadikan tempat bermain seluncur air alami oleh warga setempat.
- Air Terjun Kedua: Menjulang setinggi 30 meter dengan aliran deras yang membentuk pola melingkar mirip terompet.
Satu hal yang paling menakjubkan, jika Anda berjalan ke bagian belakang air terjun kedua ini, Anda akan menemukan sebuah gua tersembunyi. Percikan air yang jatuh dari ketinggian menciptakan uap kristal-kristal air yang sangat magis.
5. Air Terjun Pempanikiang: Batang Pohon Estetik di Tengah Curahan
Bersumber langsung dari mata air Gunung Awu, Air Terjun Pempanikiang memiliki siluet yang sangat khas. Curahan airnya tidak melebar, melainkan jatuh lurus dengan lebar hanya 1-2 meter dari ketinggian 35 meter, sehingga terlihat seperti gelondongan kayu yang jatuh dari atas tebing. Kolam alami di bawahnya menjadi spot favorit untuk berenang. Kehadiran sebatang pohon tumbang yang melintang tepat di tengah jatuhnya air justru menambah estetika dan pesona eksotis tempat ini.
6. Air Terjun Sura: Aliran Indah di Alur Sungai Awu
Masih bersumber dari aliran Gunung Awu, tepatnya di Kampung Kendahe, Kecamatan Kendahe, terdapat Air Terjun Sura. Lokasinya berdekatan dengan Air Terjun Pempanikiang. Daya tarik utama dari Air Terjun Sura adalah kontur tebingnya. Aliran air yang jatuh tampak seperti tersangkut pada takikan-takikan batu, menciptakan riam-riam air yang sangat fotogenik dan memanjakan mata. Di alur sungai yang sama, terdapat pula aliran air terjun kecil yang melengkapi keasrian kawasan ini
