Palembang, Sumatera Selatan, terkenal tak hanya sebagai “Kota Pempek”, melainkan juga surga bagi para pelancong pencinta kudapan manis tradisional. Beragam kue dan jajanan khas Palembang memiliki rasa legit yang kaya, tekstur lembut, serta proses pembuatan yang unik dan penuh nilai sejarah.
Sebagian besar kue manis khas Palembang dibuat menggunakan bahan-bahan kaya protein seperti telur bebek dan santan kental, menghasilkan cita rasa gurih manis yang tiada duanya. Selain cocok dinikmati sendiri, kudapan manis ini sangat pas dijadikan buah tangan istimewa untuk keluarga dan sahabat tercinta.
Penasaran apa saja pilihan oleh-oleh manis khas Palembang yang wajib kamu bawa pulang? Yuk, simak 6 rekomendasi pilihan Geolocana.com berikut ini!
1. Kue Maksuba: Lapis Legit Khas Palembang Berbahan Telur Bebek
Kue Maksuba merupakan salah satu kue tradisional paling bergengsi di Palembang. Sekilas tampilannya mirip kue lapis, namun rahasia kelezatannya terletak pada penggunaan adonan utama berupa telur bebek dalam jumlah banyak tanpa dominasi tepung.
Dahulu, Kue Maksuba hanya disajikan pada acara-acara adat sakral dan pesta pernikahan megah. Cita rasanya sangat legit, manis, dan bertekstur lembut basah. Kini, kamu dapat menemukan Kue Maksuba dengan mudah di berbagai pusat oleh-oleh khas Palembang.
Cita Rasa Utama: Manis legit gurih dengan tekstur lembut basah.
Daya Tarik: Olahan berbasis telur bebek otentik dengan nilai tradisi tinggi.
2. Engkak Ketan: Kudapan Kenyal Gurih Beraroma Santan Kental
Engkak Ketan adalah jajanan kue lapis tradisional khas Palembang yang memiliki tekstur kenyal dan rasa manis gurih. Terbuat dari adonan tepung ketan putih dan santan kental melimpah, kue ini dipanggang berlapis-lapis hingga menghasilkan aroma yang sangat harum.
Masyarakat Palembang umumnya menyajikan Engkak Ketan untuk merayakan momen-momen spesial, seperti Hari Raya Idulfitri dan Imlek. Rasa gurih santan dan manisnya ketan menjadikannya oleh-oleh yang tahan simpan dan sangat pas disandingkan dengan teh hangat.
Cita Rasa Utama: Manis gurih santan dengan tekstur kenyal yang khas.
Daya Tarik: Tradisi kue perayaan momen spesial berdaya simpan baik.
3. Bolu Kojo: Kue Bunga Kamboja yang Harum Pandan
Bagi pencinta kudapan manis beraroma harum alami, Bolu Kojo adalah pilihan wajib. Nama “kojo” berasal dari kata kamboja dalam bahasa lokal Palembang, karena kue berwarna hijau ini secara tradisional dicetak menggunakan loyang berbentuk bunga kamboja.
Warna hijau menawan dan wangi khas dari Bolu Kojo berasal dari penggunaan adonan campuran air daun pandan atau daun suji alami. Teksturnya padat namun lembut saat dikunyah, memberikan sensasi manis yang pas di lidah.
Cita Rasa Utama: Manis pas beraroma wangi daun pandan/suji alami.
Daya Tarik: Bentuk unik mirip bunga kamboja dan warna hijau alami.
4. Lempok Durian: Olahan Dodol Durian Murni Tahan Lama
Oleh-oleh manis khas Palembang yang satu ini adalah surga bagi para pencinta buah durian! Lempok Durian merupakan kudapan sejenis dodol yang mengandalkan daging buah durian murni sebagai bahan utamanya.
Berbeda dari dodol pada umumnya yang banyak dicampur tepung, lempok durian didominasi oleh daging durian segar dan sedikit gula, lalu dimasak lama hingga mengental. Cita rasa manis legit khas durian dan daya tahannya yang cukup lama membuatnya sangat praktis dibawa sebagai buah tangan.
Cita Rasa Utama: Manis pekat dengan aroma dan rasa durian murni yang kuat.
Daya Tarik: Tekstur legit dodol murni durian dan tahan simpan untuk perjalanan jauh.
5. Kue Delapan Jam: Camilan Bangsawan Tanpa Tepung
Sesuai dengan namanya, Kue Delapan Jam (atau Kue 8 Jam) dibuat melalui proses pengukusan ekstra sabar selama delapan jam nonstop! Konon, pada zaman dahulu kue ini merupakan kudapan istimewa yang hanya disajikan untuk para bangsawan dan Kesultanan Palembang.
Keunikan utama Kue 8 Jam terletak pada resepnya yang sama sekali tidak menggunakan tepung terigu, melainkan mengandalkan racikan telur bebek, gula, dan susu kental manis. Hasilnya adalah kue bertekstur sangat lembut, kenyal, dan lumer di mulut dengan daya tahan simpan yang cukup lama.
Cita Rasa Utama: Manis gurih legit, super lembut, dan kenyal di lidah.
Daya Tarik: Resep bersejarah bangsawan tanpa tepung yang dikukus selama 8 jam.
6. Bolu Suri: Kembaran Bika Ambon dari Bumi Sriwijaya
Sekilas pandang, Bolu Suri memiliki tekstur bersarang dan rasa yang sangat mirip dengan kue bika Ambon. Namun, bolu khas Palembang ini memiliki karakter khasnya sendiri yang tak kalah nikmat.
Kunci kelezatan Bolu Suri terletak pada penggunaan telur ayam atau telur bebek dalam jumlah melimpah, yakni sekitar 8 hingga 10 butir telur untuk satu adonan. Proses peragian yang pas menghasilkan tekstur berserat, gurih, manis, dan lembut. Keunggulan lainnya, Bolu Suri memiliki daya tahan simpan yang cukup lama untuk dibawa pulang.
Cita Rasa Utama: Gurih manis berserat lembut khas adonan kaya telur.
Daya Tarik: Tekstur mirip bika Ambon beraroma harum dan tahan lama.
Siap Memborong Oleh-oleh Manis Khas Palembang?
Beragam pilihan oleh-oleh makanan manis khas Palembang terbukti tak hanya memanjakan lidah, melainkan juga menyimpan cerita tradisi dan kekayaan kuliner peninggalan budaya Nusantara.
Kira-kira, dari keenam oleh-oleh manis di atas, mana yang paling ingin kamu borong untuk dinikmati bersama keluarga di rumah? Jangan lupa bagikan artikel ini kepada kawan jalan-jalanmu dan pantau terus Geolocana.com untuk mendapatkan pembaruan rekomendasi wisata, kuliner, serta panduan perjalanan terbaik di seluruh Indonesia!
